<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35476712</id><updated>2011-04-22T08:31:30.527+07:00</updated><title type='text'>for-better-life-and-future</title><subtitle type='html'>Setiap manusia diciptakan dengan satu tujuan yang sama, menjadi hamba Allah yang terbaik. Setiap manusia mempunyai cita-cita yang mulia ingin mendapatkan kebahagiaan yang bertambah dari hari ke hari, menciptakan karya yang bermanfaat bagi orang lain. Kalaupun ada manusia yang bejat, itu karena kurang bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya, terbawa oleh hawa nafsu, serta beratnya himpitan dunia. Saatnya kita kembali merajut hari demi hari demi kehidupan dan masa depan yang lebih baik.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ssyukur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ssyukur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Syuhelmaidi Syukur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02233421818945349454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://www.geocities.com/syuhelmaidi/Abidantsaqif.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35476712.post-116123272033460145</id><published>2006-10-19T11:33:00.000+07:00</published><updated>2006-10-19T11:38:40.730+07:00</updated><title type='text'>Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Berkeadilan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pengembangan system ekonomi berkeadilan ini, menjadi harapan bagi banyak pihak yang ingin membangun peradaban negeri ini ke arah yang lebih baik. Tatanan dunia modern sekarang juga menuntut hal yang sama walaupun dalam prakteknya terdapat banyak penyimpangan. Hal mendasar yang menjadi prinsip pokok pengembangan Sistem Ekonomi Berkeadilan  adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pertama adalah &lt;em&gt;Keadilan dalam perekonomian&lt;/em&gt;. Artinya apa, harus ada transparansi dan sikap yang jujur dalam bertransaksi, tidak boleh ada penipuan dan pemerasan dalam bertransaksi ekonomi. Menumbuhkan persaingan yang sehat, kesetaraan informasi bagi sesama pelaku ekonomi. Insider trading dimana ada pihak yang menguasai informasi secara tidak sehat adalah bagian dari bentuk ketidakadilan dalam ekonomi. Demikian juga dalam akad kontrak dan perjanjian kerja sama antara dua pihak yang bertransaksi, harus ada keadilan dalam hak dan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kedua adalah &lt;em&gt;Kemaslahatan dalam perekonomian&lt;/em&gt;. Artinya perekonomian harus didorong untuk mendatangkan manfaat bagi masyarakat, berupa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mendorong produktifitas masyarakat dalam bentuk aktivitas perekonomian berupa penciptaan lapangan kerja dan pemanfaatkan sumber daya lokal. Sumber daya alam yang terdapat di daratan dan di lautan harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemashlahatan umum (masyarakat), sesuai amanah undang-undang dasar. Penguasaan oleh sekelompok orang hanya akan menyebabkan kerusakan yang tidak terkendali yang akhirnya akan menimbulkan dampak bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ketiga adalah &lt;em&gt;Menghindari kerusakan&lt;/em&gt;. Produk-produk barang atau jasa yang tidak memiliki manfaat atau bahkan cenderung pada hal yang merusak harus dihindari. Yang diinginkan adalah adanya keseimbangan alam dan keseimbangan sosial. Keseimbangan alam menjamin tersedianya sumber daya alam dalam jangka panjang dan terhindari dari musibah yang diakibatkan kerusakan alam. Keseimbangan sosial terbangun bila mana praktek sosial kemasyarakatan jauh dari kemaksiatan seperti perjudian, prostitusi, mal praktek, jual beli barang haram, ekonomi rente dll. Ekonomi yang dibangun dari kemaksiatan tadi tidak akan menghasilkan kesejahteraan dalam masyarakat, kemakmuran semu dan potensi masalah sosial yang besar di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.     Permasalahan&lt;br /&gt;1) Keadilan perekonomian belum dirasakan oleh masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di daerah terpencil dan tertinggal. Demikian juga dengan informasi pembangunan yang belum merata dirasakan masyarakat, terutama terkait dengan rencana pengembangan wilayah.&lt;br /&gt;2) Pengelolaan sumber daya alam yang belum memperhatikan kelestarian lingkungan dan dampak sosial  bagi masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;3) Belum berkembangnya lembaga sosial yang dapat memberikan jaminan perlindungan bagi masyarakat fakir-miskin, anak terlantar, korban musibah akibat permasalahan ekonomi dan kerusakan lingkungan.&lt;br /&gt;4) Sistem ekonomi yang berkembang khususnya terkait dengan system perbankan dan pembiyaan yang masih didominasi oleh lembaga konvensional dengan system bunga, bahkan sebagian dengan system rente.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Sasaran&lt;br /&gt;1) Terwujudnya Keadilan dalam perekonomian, yang tercermin adanya transparansi dan sikap yang jujur dalam bertransaksi, menumbuhkan persaingan yang sehat, kesetaraan informasi bagi sesama pelaku ekonomi, demikian juga dalam akad kontrak dan perjanjian kerja sama antara dua pihak yang bertransaksi, harus ada keadilan dalam hak dan kewajiban&lt;br /&gt;2) Terwujudnya Kemaslahatan dalam perekonomian, yang mendatangkan manfaat bagi masyarakat, berupa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, mendorong produktifitas masyarakat dalam bentuk aktivitas perekonomian berupa penciptaan lapangan kerja dan pemanfaatkan sumber daya lokal. Sumber daya alam yang terdapat di daratan dan di lautan harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemashlahatan umum (masyarakat), sesuai amanah undang-undang dasar.&lt;br /&gt;3) Terhindarnya kerusakan dalam masyarakat, dari Produk barang atau jasa yang tidak memiliki manfaat atau bahkan cenderung pada hal yang merusak. Adanya  keseimbangan alam dan keseimbangan sosial. Keseimbangan alam menjamin tersedianya sumber daya alam dalam jangka panjang dan terhindari dari musibah yang diakibatkan kerusakan alam. Keseimbangan sosial terbangun bila mana praktek sosial kemasyarakatan jauh dari kemaksiatan seperti perjudian, prostitusi, mal praktek, jual beli barang haram, ekonomi rente dll.&lt;br /&gt;Berdayanya dan meningkatnya peran lembaga keagamaan, lembaga social dan kemanusiaan dalam mengatasi permasalahan ekonomi dan sosial kemasyarakatan demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Arah Kebijakan&lt;br /&gt;1) Menjauhkan praktek ekonomi yang merusak keseimbangan alam dan keseimbangan sosial masyarakat.&lt;br /&gt;2) Mendorong tumbuhnya praktek ekonomi yang sesuai dengan syariah, baik dalam sektor keuangan maupun sektor riil.&lt;br /&gt;3) Menjamin terwujudnya keadilan dalam ekonomi dan ditegakkannya law enforcement bagi para pelaku ekonomi yang melanggar adat, syariat dan hukum positif yang berlaku di Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;4) Meningkatkan peran lembaga keagamaan, lembaga social dan kemanusiaan dalam mewujudkan perekonomian yang berkeadilan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35476712-116123272033460145?l=ssyukur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ssyukur.blogspot.com/feeds/116123272033460145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35476712&amp;postID=116123272033460145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/116123272033460145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/116123272033460145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ssyukur.blogspot.com/2006/10/pokok-pokok-pikiran-ekonomi.html' title='Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Berkeadilan'/><author><name>Syuhelmaidi Syukur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02233421818945349454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://www.geocities.com/syuhelmaidi/Abidantsaqif.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35476712.post-116072869216619163</id><published>2006-10-13T15:35:00.000+07:00</published><updated>2006-10-17T19:14:11.010+07:00</updated><title type='text'>REVENUE SHARING DAN BANK SYARIAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Ketika perbankan syari’ah mulai muncul tahun 1992, kebanggaan dan harapan muncul, karena ekonomi syari’ah dengan basis utama bagi hasil telah hadir. Harapan baru akan tumbuhnya ekonomi rakyat, setelah sekian lama tidak bisa berkutik oleh ekonomi kapitalis yang semakin hari semakin menggurita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu saya masih kuliah jurusan akuntansi, di mana kita belajar ilmu ekonomi dengan basis interest sebagai penunjang. Bahkan ada teori “Time Value of Money” hang sangat populer, di mana nilai uang ditentukan oleh waktu. Kalau kita menyimpan atau menginvestasikan uang di perbankan atau sektor riil, akan menghasilkan return seiring dengan perjalanan waktu. Di sini suku bunga mempengaruhi pilihan seseorang untuk berinvestasi apakah di perbankan, pasar modal, pasar uang atau sektor riil. Kalau suku bunga perbankan naik investor buru-buru memindahkan uangnya dari pasar modal ke perbankan. Begitu juga ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar, maka buru-buru investor memborong dollar. Begitu seterusnya seolah uang adalah komoditi yang diperdagangkan di pasar-pasar sebagaimana makanan, dan barang komoditas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ekonomi kapitalis yang berkembang ini menyebabkan sektor menengah kecil tidak tersentuh oleh modal atau investor, karena pertumbuhannya tidak bisa secepat menanamkan uang disektor fiktif tadi. Sehingga yang kaya akan semakin kaya melesat bak meteor dan yang miskin tetap saja miskin, tanpa harapan, tanpa kesempatan yang sama untuk berkembang. Makanya jangan heran di era 90-an, di mana rakyat miskin banyak, ternyata salah satu taipan pengusaha kita masuk dalam ranking atas orang terkaya di dunia. Mobil-mobil mewah, walaupun PPn-BM-nya tinggi ternyata masih banyak berseliweran di ibukota negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah kapitalis, sesuai dengan namanya selalu berpihak pada pemilik modal (capital). Anda tidak bisa menyalahkan kapitalis karena dari sononya tabiatnya memang begitu. Yang disayangkan sebetulnya peran pemerintah yang juga cenderung untuk mendorong kapitalis tumbuh di negeri ini. Bahkan konon, kekayaan pejabat itu sebagian dari kemurahan kapitalis, karena kemudahan dan fasilitas yang diberikan pada para pengusaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke ekonomi syariah, dengan basis bagi hasil. Kesetaraan antara pemilik modal (shohibul maal) dan pengusaha (mudharib) itu ada. Pemilik modal akan untung bila mudharib juga mendapat keuntungan, dengan porsi (nisbah) bagi hasil yang disepakati di awal dalam bentuk aqad. Sehingga bagi hasil itu di dalamnya ada kemakmuran, ada keadilan di samping kesetaraan tadi. Kemakmuran terjadi karena ekonomi tumbuh, bukan hanya pada pengusaha besar yang kuat secara modal, tetapi juga pengusaha menengah dan kecil yang mendapat kucuran modal tanpa dibebani oleh bunga yang menjerat leher. Keadilan terjadi karena tidak ada pihak yang dirugikan sepihak, kalau untung, untung bersama, kalau rugi ditanggung sama-sama. Kedua hal mendorong kesetaraan antara shohibul maal dan mudharib. Shohibul maal akan hati-hati dan memberikan pengawasan dalam menyalurkan dananya. Sedangkan Mudharib akan tenang dan konsentrasi dalam mengembangkan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinsip bagi hasil adalah profit sharing, secara akuntansi profit ini akan muncul dari revenue yang diperoleh dikurang COGS (harga pokok penjualan) yang kemudian kita kenal dengan gross profit. Apabila gross profit ini dikurangi lagi dengan beban-beban administasi dan marketing maka diperoleh Net Profit sebelum pajak. Secara awam tentunya kita memahami bahwa prinsip bagi hasil dihitung dari Net Profit sebelum pajak atau minimal dari gross profit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata berdasarkan pengamatan dan laporan bank syari’ah yang saya pelajari, yang terjadi adalah perhitungan bagi hasil diukur dari Revenue (penjualan/omset) suatu usaha. Revenue dalam suatu usaha selalu ada selama usaha itu bergerak, Cuma apakah sudah menggambarkan suatu hasil? Yang kemudian layak dibagi?&lt;br /&gt;Hal ini ternyata didukung oleh fatwa DSN yang membolehkan revenue sharing, dengan pertimbangan persaingan dengan bank konvensional dan belum memasyarakatnya bagi hasil di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang diuntungkan dengan revenue sharing, secara sepintas tentu kita secara mudah mengatakan bahwa yang diuntungkan adalah pihak bank yang relative tanpa resiko dalam mengelola pembiayaannya. Walaupun sebetulnya semua pihak dirugikan, secara ekonomi tidak terjadi kemudahan bagi usaha kecil yang baru belajar, karena dipaksa dengan revenue sharing. Nasabah dirugikan dengan ketentuan bagi hasil tersebut, karena walaupun rugi asal punya revenue usahanya harus tetap membayar bagi hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah tahapan dan pembelajaran menuju bagi hasil yang sebenarnya (profit &amp; loss sharing) tidak mengapa. Sambil dilakukan pembelajarkan bagi masyarakat tentang bagi hasil. Dan juga sambil bank menyiapkan perangkat analisis pembiayaan yang memadai. Akan berbahaya kalau ini menjadi model yang berikutnya susah untuk berubah kembali. Karena ketika masyarakat mulai cerdas, mereka akan menilai, apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional, Cuma beda akad saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis perbankan adalah sebuah bisnis layanan yang berbasis kepercayaan. Ketika kepercayaan mulai turun, maka berakibat turun juga transaksinya. Ditambah lagi persaingan bank syariah yang semakin ketat. Saatnya sekarang kita berfikir lebih maju ke depan, dengan secara bertahap diperkenalkan prinsip bagi hasil yang benar yaitu profit &amp;amp; loss sharing.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35476712-116072869216619163?l=ssyukur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ssyukur.blogspot.com/feeds/116072869216619163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35476712&amp;postID=116072869216619163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/116072869216619163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/116072869216619163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ssyukur.blogspot.com/2006/10/revenue-sharing-dan-bank-syariah.html' title='REVENUE SHARING DAN BANK SYARIAH'/><author><name>Syuhelmaidi Syukur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02233421818945349454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://www.geocities.com/syuhelmaidi/Abidantsaqif.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35476712.post-116001683639571300</id><published>2006-10-05T09:30:00.000+07:00</published><updated>2006-10-05T09:54:00.360+07:00</updated><title type='text'>Islam, Politik dan Dakwah</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kondisi Terkini Ummat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Islam di negeri yang minoritas tidak bebas menjalankan Agamanya à kasus di Eropa (Perancis), jilbab dilarang. Di Palestina, Israel membunuh jutaan ummat Islam tanpa ada yang bisa membela.&lt;br /&gt;Ba’da kekhalifahan Ottoman ummat Islam terpecah menjadi negara-negara kecil yang berada dalam hegemoni barat (non Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri yang ummat Islam mayoritas Islam di bantai dengan berbagai macam tuduhan, senjata pemusnah masal (Irak), menyembunyikan teroris internasional (Afghanistan). Di negeri muslim yang lain Islam hanya dikukung di masjid dan podium, tidak punya peran significant. Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa itu terjadi? Salah satunya adalah karena posisi politik ummat Islam sangatlah lemah, sehingga jadi tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah Dien yang Syamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman diperintahkan oleh Allah untuk masuk ke dalam Islam (mengamalkannya) secara kaaffah (menyeluruh) (QS 2:108). Dalam Islam juga harus ada organisasi yang menyeru pada kebaikan (dakwah) (QS 3:104). Dan umat Islam baru dikatakan Ummat yang terbaik (khairu Ummah) apabila kita beramar ma’ruf dan nahyi mungkar dan beriman kepada Allah (QS 3:110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Islam terhadap Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama Rahamatan lil ‘alamin. Islam yang disebutkan dalam AlQur’an dan Sunnah, yang dikenal oleh para sahabat adalah Islam yang saling melengkapi dan untuh, tidak menerima pemilahan. Islam bermuatan rohani, akhlaq, pemikiran, pendidikan, sosial, ekonomi termasuk politik dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pandangan islam terhadap politik? Sebelum menjawabnya kita perhatikan 2 masalah penting berikut:&lt;br /&gt;1)      Ada perbedaan jauh antara Partai dan politik. Kadang keduanya bertemu dan kadang keduanya terpisah. Seseorang bisa disebut berpolitik dengan segala pengertiannya, tanpa ada kaitannya dengan partai politik. Seseorang bisa disebut berpartai walaupun tidak mengenal politik. Maka kalau Islam bicara politik adalah politik dalam artian mutlak yaitu pandangan terhadap kondisi internal dan eksternal ummat, tanpa harus dikaitkan dengan partai.&lt;br /&gt;2)      Orang non Islam berusaha membatasi makna Islam dalam lingkup yang sempit sehingga tidak muncul sisi kekuatan dari Islam. Sehingga mereka dengan mudahnya memandang ummat Islam dengan sebutan-sebutan yang tidak bermakna baik bagi ummat Islam. Pengertian bahwa Islam adalah agama sosial adalah sesuatu yang lain, Islam adalah Undang-undang adalah sesuatu yang lain, masalah ekonomi adalah sesuatu yang lain, masalah peradaban adalah sesuatu yang lain, bahwa islam adalah sesuatu yang harus berjauhan dari urusan politik.&lt;br /&gt;Ketahuilah jika Islam merupakan sesuatu di luar politik, di luar masalah sosial, ekonomi dan peradaban, lalu Islam itu apa? Apakah Cuma rakaat 2 dalam sholat, majelis-majelis Dzikir dan doa? Islam adalah tatanan yang komplit sebagai mana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ونزلنا عليك الكتب تبيانا لكل شيء وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dan kami turunkan kepadamu al Kitab (alQur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (An Nahl : 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pandangan di atas diperoleh Islam berpandangan bahwa politik merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Politik adalah bagian dari urusan kehidupan dan Islam adalah ajaran yang mengatur seluruh kehidupan, termasuk politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Pandangan Orientalis terhadap Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)      Dr. V. Fitzgeraldi berkata, Islam bukan hanya sekedar Religion, tapi juga adalah tatanan politik (a Political System).&lt;br /&gt;2)      C.A. Nallino berkata, pada waktu yang sama Muhammad telah membangun sebuah agama (Religion) dan daulah (state), batasan diantara keduanya saling berdampingan selamanya.&lt;br /&gt;3)      Dr. Schacht berkata, karena islam itu dipahami lebih dari sekedar agama, maka ia juga menggambarkan teori-teori hukum dan politik. Islam adalah tatanan peradaban yang komplit, mencakup agama, daulah secara berbarengan.&lt;br /&gt;4)      R. Strothmann berkata, Islam adalah fenomena agama yang berwawasan politik. Sebab pendirinya adalah seorang nabi dan sekaligus seorang politikus yang bijak atau negarawan.&lt;br /&gt;5)      D.B. Macdonald berkata, di sana (madinah) berdiri negara Islam pertama dan di sana  diletakkan dasar-dasar pemerintahan dan Undang-Undang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik dan Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban untuk berdakwah sudah jelas dan terang dalam Islam. Dakwah itu mengajak manusia kepada Allah dengan cara cara yang hikmah dan mau’izah hasanah. Oleh karena itu Politik dalam Islam tidak lepas dari konteks dakwah, bagaimana dengan kegiatan politik, dakwah berjalan dengan baik tanpa hambatan, jauh dari kepentingan dan ambisi pribadi dalam berpolitik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35476712-116001683639571300?l=ssyukur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ssyukur.blogspot.com/feeds/116001683639571300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35476712&amp;postID=116001683639571300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/116001683639571300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/116001683639571300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ssyukur.blogspot.com/2006/10/islam-politik-dan-dakwah.html' title='Islam, Politik dan Dakwah'/><author><name>Syuhelmaidi Syukur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02233421818945349454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://www.geocities.com/syuhelmaidi/Abidantsaqif.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35476712.post-115994512194530776</id><published>2006-10-04T13:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-04T13:58:41.956+07:00</updated><title type='text'>BERBUAT MENGHASILKAN KARYA TERBAIK</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;”&lt;em&gt;Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun&lt;/em&gt;. (QS. Al Mulk::2)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain&lt;/em&gt;". (Q.S. Al Insyirah: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkuri lagi dalam pandangan kita bahwa tabiat seorang mukmin sejati adalah berbuat, berbuat dan terus berbuat. Sehingga seluruh waktunya selalu diukur dengan produktivitas amalnya. Ia tidak akan pernah berhenti berbuat karena berhenti berbuat tanpa amal menjadi aib bagi orang beriman. Seorang mukmin akan terus mencermati peluang-peluang untuk selalu berbuat. Maka perlu kita ingat dalam sanubari yang paling dalam bahwa 'nganggur' dapat menjadi pintu kehancuran. Maka tidaklah mengherankan banyak ayat al Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW yang memotivasi agar selalu berbuat dan berupaya untuk menghindari diri dari merasa lemah dan bersikap malas. merasa lemah dan bersikap malas berbuat merupakan sifat dan sikap yang buruk dan harus dijauhi dari diri orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dan tanggung jawab yang mesti kita emban sangat besar dan masih banyak agenda ke depan yang menanti untuk diselesaikan maka segeralah untuk menyiapkan diri menunaikannya. Perlu dicamkan dalam benak pikiran kita bagaimana nasehat syaikh Abdul Wahab Azzam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;'Pikiran tak dapat dibatasi, lisan tak dapat dibungkam, anggota tubuh tak dapat diam. Karena itu jika kamu tidak disibukan dengan hal-hal besar maka kamu akan disibukan dengan hal-hal kecil'&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Rasulullah SAW. segera memberangkatkan para sahabat dalam ekspedisi militer yang beruntun sesudah Badar untuk meminimalisir konflik internal yang amat mungkin terjadi lantaran berhenti sesudah amal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mulailah untuk Berkarya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kesempatan yang diberikan kepada seorang mukmin maka setiap saat itu pula ada satu kaedah perintah secara implisit untuk dapat mengukir prestasi dirinya. Agar apa yang dilakukannya dengan berputarnya waktu mampu disesuaikan dengan tuntutan zaman dan kapabilitas rijal-nya. Seperti kaedah dakwah yang memaparkan, 'setiap dakwah ada marhalah (tahapan)nya dan setiap marhalah ada tuntutannya dan setiap tuntutan ada orangnya'. Tuntutan dalam setiap mashalah itu mengunggah kita untuk selalu berkarya dengan karya yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah untuk dipahami bila setiap waktu ada tuntutannya maka kita mesti menyelaraskan diri agar sesuai dengannya. Tuntutan ini selaras dengan amanah yang diembankan kepada kita saat ini. Dan dalam pandangan Islam setiap amanah merupakan sesuatu tugas yang tidak boleh dikhianati atau diabaikan hingga tidak dapat menunaikannya dengan baik. Inilah kesempatan emas bagi kita untuk mengukir ukiran terindah dalam hidup kita secara personal maupun kolektif agar kita mampu memberikan cermin indah bagi orang lain ataupun generasi berikutnya. Inilah saat yang tepat bagi kita mengukir prestasi. Pergunakanlah sebaik-baiknya agar kita memiliki investasi besar dalam dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan&lt;/em&gt;". (Q.S. At Taubah: 105).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S Syukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35476712-115994512194530776?l=ssyukur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ssyukur.blogspot.com/feeds/115994512194530776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35476712&amp;postID=115994512194530776' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/115994512194530776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/115994512194530776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ssyukur.blogspot.com/2006/10/berbuat-menghasilkan-karya-terbaik.html' title='BERBUAT MENGHASILKAN KARYA TERBAIK'/><author><name>Syuhelmaidi Syukur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02233421818945349454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://www.geocities.com/syuhelmaidi/Abidantsaqif.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35476712.post-115994323232376177</id><published>2006-10-04T13:20:00.001+07:00</published><updated>2006-10-19T12:22:12.226+07:00</updated><title type='text'>for better life and future</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;color:#ccccff;"&gt;Setiap manusia diciptakan dengan satu tujuan yang sama, menjadi hamba Allah yang terbaik. Setiap manusia mempunyai cita-cita yang mulia ingin mendapatkan kebahagiaan yang bertambah dari hari ke hari, menciptakan karya yang bermanfaat bagi orang lain. Kalaupun ada manusia yang bejat, itu karena kurang bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya, terbawa oleh hawa nafsu, lingkungan yang menyesatkan dan melenakan, serta beratnya himpitan dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#ccccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#ccccff;"&gt;Saatnya kita kembali merajut hari demi hari demi kehidupan dan masa depan yang lebih baik.Dengan blog ini saya coba berbagi ide dan gagasan agar kita menjadi insan-insan mulia, yang bukan berarti tanpa dosa, tapi senantiasa berusaha yang terbaik dan memperbaiki diri. Semoga memberikan inspirasi dan pencerahan diri...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#ccccff;"&gt;S Syukur&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35476712-115994323232376177?l=ssyukur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ssyukur.blogspot.com/feeds/115994323232376177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35476712&amp;postID=115994323232376177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/115994323232376177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35476712/posts/default/115994323232376177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ssyukur.blogspot.com/2006/10/for-better-life-and-future_04.html' title='for better life and future'/><author><name>Syuhelmaidi Syukur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02233421818945349454</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://www.geocities.com/syuhelmaidi/Abidantsaqif.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
